Jumat, 30 September 2011

Memahami Strip Gula Darah Anda


Your meter is like a compass to a mountain climber.
 It tells you where you’re at so you can reach your goal.”

Meningkatnya penyakit degeneratif termasuk diabetes mendorong terus berkembangnya penggunaan alat ukur gula darah. Alat ini kemudian menjadi sesuatu yang “must have” terutama bila Anda telah memiliki resiko tersebut.
Secara umum, prinsip alat ukur gula darah adalah menggunakan enzim spesifik pengurai gula darah yang ditanamkan pada strip. Enzim merupakan protein yang khusus dihasilkan oleh sel hidup untuk mempercepat reaksi yang berlangsung di dalamnya. Sehingga enzim yang tertanam pada strip gula darah Anda diperoleh dari makhluk hidup, oleh karena itu sering disebut biosensor.
Enzim memiliki suhu optimum yaitu sekitar 180-230C (suhu ruang) atau maksimal 400C. Oleh karena itu, penyimpanan strip gula darah akan sangat mempengaruhi kualitas strip. Strip gula darah sebaiknya disimpan pada suhu optimum enzimnya untuk menjaga aktivitas enzim tetap aktif. Bila berada pada suhu tinggi, yaitu di atas 450C, enzim anda akan rusak permanen karena enzim mengalami perubahan struktur. Bila disimpan pada suhu terlalu rendah, enzim tidak akan rusak, tetapi aktivitasnya berkurang dan dapat menyebabkan hasil pengukuran rendah.

Akurasi hasil pengukuran suatu alat ukur gula darah sangat dipengaruhi oleh strip-nya. Yang perlu dijaga adalah enzim yang tertanam pada strip terutama terhadap suhu dan kelembaban :
-       Menutup rapat strip setelah dibuka
-       Simpan dan gunakan strip pada suhu optimum enzim (suhu ruang 180-230C)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda