ABC untuk Diabetes Tipe 2
Hal yang sangat baik bila seseorang dengan diabetes tipe 2 dapat memahami bahwa dengan penanganan yang baik, mereka dapat menjalani hidup yang panjang dan sehat dengan diabetes. Tidak seharusnya diabetes menghalangi atau mengambil kendali hidup anda. Selain rutinitas mengontrol gula darah, ada baiknya melengkapi pengontrolan rutin ABC untuk diabetes tipe 2
A untuk A1c
A1c adalah nilai rata – rata kadar gula darah dalam rata-rata gula darah selama periode waktu enam sampai dua belas minggu, dan hasil ini dipergunakan bersama dengan hasil pemeriksaan gula darah mandiri sebagai dasar untuk melakukan penyesuaian terhadap pengobatan diabetes yang dijalani. Nilai ini membantu untuk mengetahui bagaimana seseorang mengatur kadar gula darahnya. Nilai optimal dari A1c adalah di bawah 7% yang berhubungan dengan nilai gula darah di bawah 150 mg/dL. Setiap penurunan HbA1C sebesar 1% akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes sebesar 21%, serangan jantung 14%, komplikasi mikrovaskular 37% dan penyakit vaskuler perifer 43. Nilai A1C perlu dimonitor setiap 3 bulan jika mengalami perubahan terapi atau jika target terapi tidak terpenuhi. Atau dua kali dalam setahun bila target terapi anda terpenuhi dan memiliki kadar gula darah yang stabil. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan anda untuk mempertahankan kadar gula darah normal Anda.
Korelasi antara Kadar A1C dan Rata-rata Kadar Gula Darah
| HbA1C (%) | Rata-rata Gula Darah (mg/dl) |
| 6 | 135 |
| 7 | 170 |
| 8 | 205 |
| 9 | 240 |
| 10 | 275 |
| 11 | 310 |
| 12 | 345 |
B untuk Blood Pressure (tekanan darah)
Tekanan darah tinggi sangat umum terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Nilai optimal untuk penderita diabetes tipe 2 adalah di bawah 130/80 mmHg. Penderita diabetes tipe 2 harus memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk mencegah komplikasi.
C untuk Cholesterol
Untuk diabetes tipe 2, akan ditemui nilai kolesterol dan asam lemak lain yang tinggi. Sehingga penderita diabetes tipe 2 sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kolesterol dan empat jenis lipid lainnya yaitu :
1. Low-density lipoprotein (LDL) cholesterol.
Seringkali disebut kolesterol “jahat”, yang apabila banyak tertimbun dalam darah akan menyebabkan plak pada pembuluh darah yang mengurangi aliran darah dan menyebabkan serangan jantung atua stroke.
2. High-density lipoprotein (HDL) cholesterol.
Sering disebut kolesterol “baik” karena membawa kolesterol keluar tubuh, HDL membantu membantu membuka arteri dan membuat darah mengalir lebih lancar.
3. Trigliserida
Merupakan jenis lemak yang lain. Saat kita makan, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori dari makanan dalam bentuk trigliserida yang akan tersimpan dalam sel lemak dan akan dilepaskan pada saat tubuh memerlukan energi.
4. Kolesterol total
Merupakan jumlah total dari keseluruhan kolesterol dalam badan anda.
"With Good Care, You can live a long, healthy life with diabetes"
Referensi :
1. American Diabetes Association: Men’s Health Handbook
2. UKPDS 35. BMJ 2000:321:405-12


1 Komentar:
owww.....diabet....the scary
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda